Kamis, 23 November 2017

Resensi Buku CINTA yang tak BIASA

KEBERSAMAAN MENYEMPURNAKAN KEKURANGAN

Judul buku : Cinta Yang tak Biasa
Pengarang : Natta Reza dan Wardah Maulina
Penerbit : Trans Media
Tahun Terbit : 2017
Cetakan ke : 1
Tebal Buku : 230 hlm; 13 x 19 cm
ISBN : 978-602-1036-56-3
Harga Buku : Rp. 58.000

   Natta Rezza adalah seorang Musisi dan Pebisnis yang lahir pada tanggal 18 Juni 1990 di Pulau Bangka.Sebelum memulai karirnya sebagai musisi dan pebisnis, ia mempunyai masa kecil yang cukup buruk dikarenakan lingkungan hidupnya yang tidak mendukung, mempekerjakan anak kecil di tambak hanya untuk membantu orangtuanya atau mereka memutuskan untuk tidak meneruskan bangku sekolah hanya untuk bekerja dan membatu orang tuanya. Tapi tidak bagi Tata (sebutan kecilnya dulu), ia malah menghabiskan waktunya di warung (base camp) yang seharusnya ia gunakan untuk bersekolah.  Sejak kecil Tata sudah gemar bermusik, ia dapat menghabiskan waktunya berlama-lama berada di dalam kamar hanya untuk bermusik. Sebelum merintis sebagai musisi dan pebisnis, ia melewati masa-masanya  sebagai pengamen dan bisa membiayai hidupnya sendiri sejak kecil setelah ditinggal ibunya dan mulai meningkatkan ibadahnya (berhijrah).
   Wardah Maulina adalah seorang Mahasiswi dan Pebisnis yang lahir di Suaseukee pada tanggal 15 September 1995. Sebagai anak kedua dari empat bersaudara Wardah sangat memahami keluarganya. Lain dari cerita Tata, ia memiliki masa kecil yang baik, lingkungan keluarga yang baik dengan kehamonisannya. Ia beruntung memiliki orang tua yang paham agama, mengenalkan kepadanya ajaran-ajaran dan syari’at-syari’at islam sejak kecil. Orang tuanya memberikan pemahaman kepada keempat anaknya kalau anak-anaknya lebih baik menikah muda daripada memilih berpacaran yang hanya menyesatkan dan memberi dampak buruk ke depannya.
   Natta dan Wardah memulai hidup barunya sebagai suami istri pada tanggal 20 Januari 2017. Disinilah mereka memulai semuanya dari awal. Bagi mereka, untuk sesuatu yang sangat mereka cintai, selingkali meraka rela merasakan cobaan terberat dalam hidup. Dari susah hingga senang, jatuh untuk bangun, termasuk harus kehilangan banyak hal demi sebuah pertemuan yang berharga. Semua itu mesti dilalui untuk satu hal yang diyakini akan mengubah hidup mereka: cinta dari Tuhan. Natta percaya, dengan mengalahkan rasa cintanya kepada manusia maka suatu saat ia akan mendapat cinta yang lebih besar dari-Nya. Begitu juga dengan Wardah, yang meyakini kalau Sang Pemilik Cinta telah menyiapkan seorang yang akan mencintainya dengan tulus dan atas ridha-Nya.
   Kelebihan buku ini adalah mampu menceritakan perjalan hidup seorang suami isrti yang berbeda latar belakang dan mampu merubah segalanya saat bersama-sama, memutuskan untuk berhijrah sehingga Tuhan memprtemukan mereka dengan skenario yang indah. Dan dibuku ini juga terdapat pangalaman-pengalaman dan pelajaran-pelajaran yang sanagat berharga seperti : rasa sabar, rasa syukur, dan lain sebagainya.
   Hampir tidak ada kekurangan di buku ini hanya saja masih terdapat kesalahan dalam penulisan pada cetakan.
Share:

TERINGAT KEMARIN

Teringat kemarin saat pertama ku injakkan kaki disini
Teringat kemarin saat ayah bunda peluk diriku dan pergi
Kini ku disini kampung damai kampung halamanku terkasih
Sepenuh hati walau terjatuh namun ku kan bangkit kembali
Karena semua begitu indah perjuangan berlelah-lelah
Genggam tanganku bernyanyi bersamaku
Hilangkan lah semua ragu semangat dan terus maju
Indah terlalu indah, manis terlalu manis semua kenangan kita di Darussalam tercinta
Luka dan air mata, senyum dan canda tawa ukir kenangan berharga di Darussalam kampung damai tercinta
Menggapai harapan menggantungkan cita cita diantara bintang-bintang
Percayalah kepada yang maha kuasa kamu dan aku bisa
Share:

Jumat, 10 November 2017

Senandung Kebersamaan 690

Dengarkanlah senandung sederhana dari hatiku
Mengenang semua perjalan yang telah kita lalui bersama
Ketika rembulan masih dapat menghiasi gelapnya sang malam
Menggapai mimpi yang telah kita rangkai bersama
Walau terkadang badai datang menerpa menggoyahkan kebersamaan kita
Namun ku percaya kita adalah pelangi
Yang kan slalu indah dalam perbedaan
Bukankah semua begitu indah pahit manis kita bersama
Suka duka tangis tawa di darussalam tercinta
Bukankah semua memang tak mudah jatuh bangun kita bersama
Genggam tanganku bersama kita hadapi dunia
Resapilah setiap detik yang tak mungkin terulang kembali
Bersyukurlah kita masih bersama dihari ini
Dan mungkin nanti akan tiba saatnya
Ku ucapkan selamat tinggal
Dan tak mungkin lagi
Ku lihat senyum wajahmu yang telah hapuskan segala gundahku
Bukankah ?
Even we cry when we try whe fight and we forces a smile
Just believe together we can reach the sky
Even we cry when we try when fall and going down
Just hold my hand together we can face the word
Yes we can, we can face the word
Together 690
Share:

Jumat, 03 November 2017

Self remainder

Hai,apa kabar kamu ?
Apa kabar amalmu ?
Kau tahu apa hakikat hidup ?
Ya, antrian kematian.
Lalu bagaimana dengan bekalmu ?
Sudah cukup kah ?
Atau masih jauh dari kata cukup ?
Hai, apa kabar imanmu ?
Kamu dapat salam dari masjid.
Katanya sudah lama tidak berkunjung.
Benarkah ?
Ya, aku tau kau sibuk dengan rutinitasmu tapi apa kamu lupa dengan Dzat yang telah menciptakanmu ?
Yang telah memberimu kesibukkan ini ?
Beliau rindu denganmu.
Kembalilah sejenak, 7 menit saja kamu berkunjung ke rumahNya.
Oh ya, Beliau juga rindu dengan semua ceritamu, dengan semua keluh kesahmu. Haruskah Beliau memberimu ujian dahulu agar kau kembali ?
Kau tau, Beliau rindu denganmu datanglah dengan hati yang ikhlas, dan tawakallah.
Bagaimana imanmu ?
Betambah kah ?atau berkurangkah ?
Teruslah meminta ridhoNya agar kelak kau bukan menjadi orang yang merugi.
Usiikum waiyaaya 😊
Share:

Jam Pelajaran

BTemplates.com

Diberdayakan oleh Blogger.