KEBERSAMAAN MENYEMPURNAKAN KEKURANGAN
Pengarang : Natta Reza dan Wardah Maulina
Penerbit : Trans Media
Tahun Terbit : 2017
Cetakan ke : 1
Tebal Buku : 230 hlm; 13 x 19 cm
ISBN : 978-602-1036-56-3
Harga Buku : Rp. 58.000
Natta Rezza adalah seorang Musisi dan Pebisnis yang lahir pada tanggal 18 Juni 1990 di Pulau Bangka.Sebelum memulai karirnya sebagai musisi dan pebisnis, ia mempunyai masa kecil yang cukup buruk dikarenakan lingkungan hidupnya yang tidak mendukung, mempekerjakan anak kecil di tambak hanya untuk membantu orangtuanya atau mereka memutuskan untuk tidak meneruskan bangku sekolah hanya untuk bekerja dan membatu orang tuanya. Tapi tidak bagi Tata (sebutan kecilnya dulu), ia malah menghabiskan waktunya di warung (base camp) yang seharusnya ia gunakan untuk bersekolah. Sejak kecil Tata sudah gemar bermusik, ia dapat menghabiskan waktunya berlama-lama berada di dalam kamar hanya untuk bermusik. Sebelum merintis sebagai musisi dan pebisnis, ia melewati masa-masanya sebagai pengamen dan bisa membiayai hidupnya sendiri sejak kecil setelah ditinggal ibunya dan mulai meningkatkan ibadahnya (berhijrah).
Wardah Maulina adalah seorang Mahasiswi dan Pebisnis yang lahir di Suaseukee pada tanggal 15 September 1995. Sebagai anak kedua dari empat bersaudara Wardah sangat memahami keluarganya. Lain dari cerita Tata, ia memiliki masa kecil yang baik, lingkungan keluarga yang baik dengan kehamonisannya. Ia beruntung memiliki orang tua yang paham agama, mengenalkan kepadanya ajaran-ajaran dan syari’at-syari’at islam sejak kecil. Orang tuanya memberikan pemahaman kepada keempat anaknya kalau anak-anaknya lebih baik menikah muda daripada memilih berpacaran yang hanya menyesatkan dan memberi dampak buruk ke depannya.
Natta dan Wardah memulai hidup barunya sebagai suami istri pada tanggal 20 Januari 2017. Disinilah mereka memulai semuanya dari awal. Bagi mereka, untuk sesuatu yang sangat mereka cintai, selingkali meraka rela merasakan cobaan terberat dalam hidup. Dari susah hingga senang, jatuh untuk bangun, termasuk harus kehilangan banyak hal demi sebuah pertemuan yang berharga. Semua itu mesti dilalui untuk satu hal yang diyakini akan mengubah hidup mereka: cinta dari Tuhan. Natta percaya, dengan mengalahkan rasa cintanya kepada manusia maka suatu saat ia akan mendapat cinta yang lebih besar dari-Nya. Begitu juga dengan Wardah, yang meyakini kalau Sang Pemilik Cinta telah menyiapkan seorang yang akan mencintainya dengan tulus dan atas ridha-Nya.
Kelebihan buku ini adalah mampu menceritakan perjalan hidup seorang suami isrti yang berbeda latar belakang dan mampu merubah segalanya saat bersama-sama, memutuskan untuk berhijrah sehingga Tuhan memprtemukan mereka dengan skenario yang indah. Dan dibuku ini juga terdapat pangalaman-pengalaman dan pelajaran-pelajaran yang sanagat berharga seperti : rasa sabar, rasa syukur, dan lain sebagainya.
Hampir tidak ada kekurangan di buku ini hanya saja masih terdapat kesalahan dalam penulisan pada cetakan.












Periode ini dimulai dengan Penegerian Fakultas Agama Universitas Islam
Indonesia
(UII) menjadi Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAIN) yang diatur dengan
Peraturan Presiden Nomor 34 Tahun 1950 Tanggal 14 Agustus 1950 dan
Peresmian PTAIN pada tanggal 26 September 1951. Pada Periode ini,
terjadi pula peleburan PTAIN (didirikan berdasarkan Peraturan Presiden
Nomor 34 Tahun 1950) dan ADIA (didirikan berdasarkan Penetapan Menteri
Agama Nomor 1 Tahun 1957) dengan diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor
11 Tahun 1960 Tanggal 9 Mei 1960 tentang Pembentukan Institut Agama
Islam Negeri (IAIN) dengan nama Al-Jami'ah al-Islamiyah al-Hukumiyah.
pada periode ini, PTAIN berada di bawah kepemimpinan KHR Moh Adnan
(1951-1959) dan Prof. Dr. H. Mukhtar Yahya (1959-1960)